Jakarta

Kasie Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, mengatakan proses pendinginan gudang amunisi Kodam Jaya di Kabupaten Bogor telah selesai. Proses pendinginan dilakukan sekitar 8 jam.

“Proses pendinginan kita selesaikan tadi ditutup sekitar pukul 8.15 WIB ya kita nyatakan selesai karena memang titik api yang dari semalam tadi pagi pun sampai masih di angka 85 derajat alhamdulillah sudah kita turunkan sampai titik aman,” ujar Gatot di Asrama Gudmurah, Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/4/2024).

Gatot mengatakan gudang 6 yang merupakan tempat amunisi sudah hampir rata dengan tanah. Dia menyebut tingkat keparahan mencapai 90 persen di gudang 6.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kalau kondisi gudang 6 sebenarnya kita datang itu sudah hampir rata ya, artinya rata tumpukannya itu di dalamnya itu tidak terlalu seperti menggunung namun ada bagian mortir yang masih tertimpa oleh rubuhnya tembok dan pagar bangunan sehingga di dalamnya itu masih terdapat panas yang bisa menyebabkan suatu ledakan kembali,” ujar Gatot.

Dia mengatakan pendingan dilakukan sejak pukul 01.00 WIB. Setidaknya, kata Gatot, ada 140 personel Damkar yang dikerahkan untuk memadamkan api di sana.

“Kalau dari Jakarta kita luncurkan dari Jakarta Selatan 5 unit, Jakarta Timur 8 unit, dari Kabupaten Bogor sekitar 7 unit, dari Bogor. Jadi kurang lebih semuanya 20 unit dengan personil kurang lebih 140 orang,” ucapnya.

Pangdam Jaya Mayjen M Hasan sebelumnya mengatakan akan melakukan investigasi penyebab kebakaran. Pihaknya tengah mendalami kondisi usai kebakaran itu.

“Untuk detailnya masih akan kita investigasi,” ujar Hasan kepada wartawan di sekitar lokasi, Minggu (31/3).

Isi gudang itu merupakan amunisi yang sudah kedaluwarsa dan tidak terpakai. Hasan menduga ledakan terjadi akibat unsur kimia pada amunisi yang bersifat labil.

“Tapi kan seperti yang saya sampaikan di awal, ini kan amunisi kadaluarsa yang sudah afkir, sehingga sudah sangat labil unsur kimianya dan zat-zat lainnya, sehingga itu yang baru kita perkirakan,” tuturnya.

Dia mengatakan investigasi akan dilakukan oleh pihak TNI AD. Namun, investigasi baru dimulai setelah kondisi aman.

“Tentunya pasti akan ada investigasi dari pihak TNI AD, tapi nanti itu mungkin kita lakukan setelah situasi aman,” ujarnya.

(dwr/haf)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *