Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan mudik Lebaran 2024 di sejumlah titik di Provinsi Banten. Kapolri berharap perjalanan mudik masyarakat pada Lebaran tahun ini berjalan dengan aman dan lancar.

Ada empat titik yang ditinjau Kapolri dalam kesiapan mudik Lebaran 2024 yaitu Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Indah Kiat. Kapolri mengatakan Pelabuhan Merak menjadi pelabuhan penyeberangan yang bakal dipadati pemudik pada momen libur Lebaran nanti.

“Sebagaimana kita ketahui, Pelabuhan Merak merupakan pelabuhan penyeberangan penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera yang tentunya akan dipadati oleh masyarakat yang akan melaksanakan mudik ke arah Sumatera,” kata Kapolri seusai peninjauan di Banten, Senin (1/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencegah kemacetan arus mudik di penyeberangan, Polri bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian PUPR telah menandatangani SKB pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama masa arus mudik dan balik Lebaran Tahun 2024/1445 H. Pengaturan penyeberangan ini akan mulai berlaku pada 3 April 2024 pukul 00.000 WIB sampai 9 April 2024 pukul 24.00 WIB.

Kapolri menyampaikan telah ditetapkan bahwa ada tiga pelabuhan utama dan satu pelabuhan kontingensi di Banten, yaitu:

1. Pelabuhan Merak bagi penumpang pejalan kaki, kendaraan Gol. IVa, IVb, Va, Vb, VIa-R4, mobil bak, minibus /bus, truk ukuran sedang (5-7 m).
2. Pelabuhan Ciwandan bagi kendaraan Gol. I, II, III, VIb, VIa-R4 R2, truk ukuran panjang (7-10 m), truk tronton/gandeng/ kendaraan alat berat (10-12 m);
3. Pelabuhan BBJ Bojonegara bagi kendaraan Gol. VIII dan IX– Truk tronton/ gandeng/ kendaraan alat berat (12-16 m dan lebih dari 16 m);
4. Pelabuhan Indah Kiat sebagai Buffer Zone Emergency — untuk situasi kontingensi jika terjadi kepadatan di pelabuhan Merak.

Selain itu, ASDP dan BPTD menyiapkan 50 kapal di Pelabuhan Merak, 11 kapal di Pelabuhan Ciwandan, dan 6 kapal di Pelabuhan BBJ Bojonegara. Kapolri menyampaikan terdapat pula 5 kapal cadangan di Pelabuhan Merak guna mengantisipasi apabila terjadi lonjakan jumlah pemudik.

Delaying System

Kapolri juga menyampaikan pengaturan untuk mencegah penumpukan kendaraan di Ciwandan selama arus mudik Lebaran 2024. Sistem penundaan perjalanan bakal diterapkan.

“Selanjutnya, guna menghindari terjadinya penumpukan kendaraan, maka akan diterapkan penundaan perjalanan (delaying system) bagi kendaraan yang akan menuju pelabuhan Merak dan Ciwandan pada Rest Area Km 43, Km 68A pada tol Tangerang-Merak, dan lahan PT Munic Line pada jalan Cikuasa atas–sebagai kantong parkir sekaligus screening tiket, di mana Polri akan menempatkan sebanyak 74 personel untuk membantu pengaturan kendaraan pada proses delaying system,” imbuh Kapolri.

Polri bersama sejumlah stakeholder yang lain berencana mendirikan tiga pos pengamanan, tiga pos pelayanan dan satu pos terpadu di area Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegoro. Pos pengamanan dan pelayanan itu bakal didukung personel gabungan yang terdiri dari Dinkes, Damkar, BPBD, ASDP, PMI dan Senkom dan didukung oleh berbagai fasilitas seperti layar monitoring CCTV Pelabuhan, pelayanan kesehatan, ruang istirahat dan kantin, toilet portabel, dan ruang pelayanan informasi bagi masyarakat.

Untuk diketahui, berdasarkan survei Kemenhub tahun 2024, terdapat sekitar 193,6 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Angka ini meningkat 69,8 juta orang dari survei pergerakan mudik Lebaran tahun 2023 lalu.

Hasil survei juga menyebutkan sebesar 5,50% atau 10,65 juta orang memilih Kapal penyeberangan (ASDP) sebagai salah satu moda transportasi pilihan untuk melaksanakan mudik. Selanjutnya, sebesar 36,1% atau 3,84 juta orang akan menggunakan Pelabuhan Merak sebagai pilihan pelabuhan penyeberangan.

(idn/knv)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *