Solo

PT Jasa Marga menyiapkan posko bagi para pemudik yang bakal menggunakan ruas tol fungsional Solo-Jogja. Jasa Marga turut menyiapkan sebanyak tujuh posko untuk membantu para pemudik.

“Kalau posko, kami siapkan ada beberapa titik posko di ruas yang kita fungsikan ini. Jadi kalau tidak salah ada 7 titik mulai dari Colomadunya hingga ke KM 22. Di Klaten sendiri ada dua titik posko, disitu yang kami siapkan dan disitu kami siapkan toilet dan mobil SPBU,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah di ruas tol fungsional Solo-Jogja, Selasa (2/4/2024).

Selain itu, Rudy menjelaskan untuk operasional bakal menyediakan fasilitas pendukung lainnya. Termasuk 20 personel yang akan berjaga membantu para pemudik dengan kelengkapan 11 mobil operasional.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kemudian untuk terkait dengan operasionalnya, nanti kami juga bekerjasama dengan JMTO (Jasa Marga Tollroad Operator), anak usaha Jasa Marga di bidang operasional, kami siapkan ada kendaraan derek, rescue, ambulans, juga PJR. Jadi ada standar armada untuk operasional jalan kami siapkan. Jadi ada sekitar 11 armada dengan personel sekitar 20 yang akan standby untuk memastikan kelancaran pengguna jalan,” terang Rudy.

Sebelumnya, Rudy mengatakan Tol fungsional Solo-Yogyakarta siap dioperasikan untuk arus mudik 2024. Hanya, pengoperasian tol fungsional ini baru dipergunakan dari Colomadu hingga Klaten.

“Saat ini konstruksi yang akan difungsionalkan adalah dari Solo sampai Klaten, panjangnya kurang lebih 22,3 km,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah, di ruas tol fungsional Solo-Yogya, Selasa (2/4/2024).

Rudy menjelaskan ruas yang akan digunakan merupakan konstruksi tahap satu. Dia mengungkapkan tol fungsional ini sudah digunakan mulai lebaran tahun lalu hingga libur panjang Natal dan tahun baru sepanjang 13 km.

Rudy menerangkan, kondisi konstruksi mulai Kartasura sampai Karanganom sudah terbangun dua arah atau dua jalur. Sementara untuk jalur Karanganom hingga Klaten masih satu jalur yang rigid pavement.

Tol fungsional Solo-Yogya ini direncanakan dioperasionalkan mulai 5 hingga 15 April atau pada saat puncak arus mudik. Masyarakat juga tidak akan dikenai tarif saat menggunakan jalan tol fungsional ini alias gratis.

“Kita rencana mengoperasikan kita akan fungsikan mulai tanggal 5 hingga 15 April. Tanggal 5 sampai 11 kita fungsikan untuk arus mudik dan tanggal 12 hingga 15 kita akan fungsikan untuk arus balik,” terang Rudy.

Sementara untuk arus yang digunakan hanya satu arah sesuai dengan periode arus mudik dan arus balik. Kemudian, jam operasional tol ini juga masih dibatasi hanya sampai pukul 17.00 WIB.

“Jadi kita hanya satu arah saja dan kami hanya akan operasikan dari jam 6 pagi sampai jam 5 sore saja, karena memang kondisi jalan yang masih dalam tahap konstruksi penerangan kurang marka juga belum jadi masih ada beberapa kelengkapan operasional jalan yang belum terpasang,” ungkap Rudy.

Rudy juga menerangkan bahwa tol fungsional hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan 1. Dia menjelaskan, proses penyeleksian kendaraan yang diperbolehkan masuk tol fungsional akan dilakukan di pos pantau yang berada gerbang tol Colomadu.

“Kami hanya rekomendasi hanya untuk dibuka di siang hari dan hanya terbatas untuk kendaraan golongan 1, golongan penumpang. Nanti ada pos disini (GT Colomadu) untuk memantau,mana yang diizinkan untuk masuk ke jalan tol fungsional. Kita tidak rekomendasi kendaraan besar untuk masuk,” tuturnya.

(isa/isa)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *