Jakarta

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata telah menjadi pimpinan KPK selama 8 tahun dalam dua periode. Alexander mengaku tidak ada yang pernah meneleponnya untuk menghentikan sebuah kasus selama menjabat itu.

Hal itu disampaikan Alexander dalam diskusi ‘Pemberantasan Korupsi: Refleksi & Harapan’ di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2024). Alexander awalnya berbicara soal Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang menurutnya efektif untuk evaluasi kerja KPK.

“Sebelum ada Dewas, dulu sepertinya yang diputuskan pimpinan tuh nggak ada yang salah. Sekarang ada Dewas dan itu sangat efektif dalam melakukan evaluasi kerja KPK, pimpinan, banyak sekali rekomendasi-rekomendasi, juga termasuk kalau masyarakat melaporkan terjadinya pelanggaran kode etik dan itu ditindaklanjuti oleh Dewas dari pimpinan sampai pegawai,” ujar Alexander.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, Dewas sempat menjadi kontroversi karena mengatur soal izin penyitaan dan penggeledahan kala itu. Namun, kata Alexander, peraturan itu kini menjadi wewenang pimpinan KPK.

“Jadi keberadaan Dewas yang dulu dipersoalkan terkait dengan izin waktu penggeledahan dan penyadapan, nah sekarang tidak, itu dikembalikan lagi seperti mekanisme semula, jadi itu semua murni putusan pimpinan, jadi tidak ada keputusan Dewas,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa peraturan Dewas tidak ada yang menjadi masalah baginya.

“Sebetulnya dari sisi aturan baik-baik saja, tidak ada persoalan. Masih aman (independensi),” tegasnya.

Barulah Alexander menyinggung soal masa jabatannya di KPK. Selama 8 tahun menjadi pimpinan KPK, Alexander mengaku tidak pernah menerima telepon untuk menghentikan kasus.

“Saya juga 8 tahun di KPK ya rasanya belum ada yang menelepon saya untuk menghentikan kasus,” kata Alexander.

(lir/dhn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *