Jakarta

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar memastikan konstruksi gudang amunisi daerah (gudmurah) di Bogor yang terbakar sudah memenuhi persyaratan. Gumilar menyebutkan gudang amunisi itu sudah memiliki sistem drainase hingga ketinggian yang sudah diatur.

“Jadi bentuk konstruksi gudangnya itu beton dan memang di bawah, dan sebagian di permukaan, pakai tanggul, kalau perlu ada pagar pengaman yang besar,” ucap Gumilar kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2024).

“Dan juga aturannya dia dilengkapi sistem drainase, kemudian ada juga di situ suhunya tidak boleh lebih dari 30 derajat, kelembaban udaranya tidak boleh lebih dari 90 persen, kemudian tinggi tanggulnya sekitar 4 meter, harus ada ventilasi,” katanya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gumilar menerangkan, persyaratan terkait konstruksi gudang sudah terpenuhi. Dia mengatakan peristiwa ini perlu jadi perhatian khusus.

“Nah, semua itu sudah terpenuhi. Ini memang kejadian ini akan menjadi satu perhatian khusus. Dari segi konstruksi bangunan gedung sudah memenuhi syarat,” ujarnya.

Gumilar juga mengatakan munisi kaliber disimpan di tempat yang sesuai dengan klasifikasi.

“Dan mereka (munisi) pun disimpan di gudang itu sistemnya sesuai dengan klasifikasi. MK (munisi kaliber) kecil ditaruh di kotak, dikotak-kotakin lah. Dia ada lorong-lorong itu, supaya (mudah) dicek dan setiap tumpukan peti itu ada pengganjal supaya udara itu masuk di antara peti itu,” katanya.

“Sirkulasi supaya ada. Dikelompokkan, dan bisa dicek. Nggak asal menyimpan. Dikelompokkan, dikotak-kotakkan sehingga orang datang itu bisa muter, melihat ke masing-masing,” tambahnya.

Gumilar menekankan lagi soal syarat yang sudah terpenuhi. Dia menyadari barang-barang yang disimpan di gudang amunisi sangat rawan.

“Semua tahap itu dilakukan karena itu kita menyadari ini adalah barang yang sangat rawan. Kejadian inilah yang sebetulnya yang kita lihat. Memang peluru itu kan labil ya. Kadang-kadang yang masih bagus itu dia sudah tentu dengan kondisi suhu dan kelembaban ini dia akan tetap bertahan,” katanya.

“Tapi kalau yang labil itu kadang-kadang sudah tidak ada platform-platform yang tepat. Beda sedikit cuaca, mungkin ada binatang masuk ke dalam, menyenggol, jatuh, misalkan. Kemudian kena air tetesan. Banyak faktor lah yang membuat munisi labil yang sudah kedaluwarsa itu bisa mudah eksplosif. Ini yang akan dilihat secara menyeluruh di mana salah satu kemungkinan terjadinya kebakaran,” tutupnya.

Simak Video ‘Pangdam Jaya: Lokasi Ledakan Gudmurah Sudah Aman, Sedang Sterilisasi’:

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *