Serang

Pj Gubernur Banten Al Muktabar menyesalkan aksi pengeroyokan oleh anggota bank keliling atau koperasi simpan pinjam (kosipa) di Baros, Kabupaten Serang, terhadap seorang ustaz asal Pandeglang. Dia berharap tidak ada konflik di masyarakat akibat pengeroyokan yang berujung aksi sweeping warga ke anggota kosipa di Pandeglang.

“Peristiwa itu tentu kita sayangkan dan harusnya tidak terjadi, sekali lagi kita imbau ke masyarakat bahwa kebersamaan kita ini untuk saling jaga, tentu apabila ada pelanggaran di sana, aparat penegak hukum akan mengambil langkah tegas,” kata Al Muktabar di Serang, Rabu (3/4/2024).

Al Muktabar mengatakan pihaknya tadi malam bersama Kapolresta Serang Kota dan Polres Pandeglang terus berkoordinasi agar peristiwa itu tidak menjalar ke masyarakat luas. Pertama, pihaknya akan membuka komunikasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pertama kita komunikasi, kita turun tentang kelembagaan ke masyarakat, di langkah itu kalau ada pelanggaran hukum maka kita menegakkan aturan hukum,” ujarnya.

Kedua, karena pengeroyokan berujung sweeping itu bermula dari persoalan ekonomi, pemda dan pemprov menurut Muktabar, harus meninjau ulang kosipa di daerah. Warga tentu, katanya, harus berhati-hati terhadap keputusan simpan pinjam di bank keliling.

“Hal-hal terkait ingin percepatan kemudahan dan seterusnya, tapi sama-sama harus berhati-hati ada yang dilanggar nggak di sana, tentu sosialisasi dari pemda, tokoh itu penting karena dalam ingin cepat mudah, murah ini sesuatu berefek pada hal bisa saja berujung pada hal tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, sejumlah ormas di Pandeglang, Banten, melakukan sweeping ke kantor-kantor bank keliling atau koperasi simpan pinjam (kosipa). Aksi itu dipicu lantaran karyawan kosipa diduga melakukan pengeroyokan terhadap ustaz warga Kecamatan Saketi, Pandeglang, bernama Muhyi.

“Jadi terkait kejadian hari ini merupakan imbas spontan dari rekan-rekan yang peduli terhadap korban masyarakat Pandeglang, mungkin rekan-rekan media mendapatkan informasi bahwa sebelumnya ada kejadian terkait pemukulan, yang korbannya salah satunya warga, tokoh dari warga Pandeglang,” kata AKBP Oki Bagus.

Oki mengatakan peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (31/3) di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Menurutnya, kejadian itu meluas ke Pandeglang sehingga ormas melakukan sweeping ke kantor Kosipa.

“Kebetulan TKP-nya bukan di wilayah hukum Pandeglang, berada di (Kecamatan) Baros, wilayah hukum Polres Serang Kota. Mungkin hari ini anak muda spontanitas mereka melakukan tindakan-tindakan sweeping. Sebetulnya, niat mereka baik untuk mencari oknum pelaku yang melakukan pemukulan terhadap salah satu tokoh, yang merupakan warga masyarakat Pandeglang,” tambahnya.

Simak juga ‘Saat Penjelasan Polisi soal Heboh Oknum TNI Diduga Aniaya Warga di Jakpus’:

[Gambas:Video 20detik]

(bri/whn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *