Jakarta

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani menolak kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim menghapus Pramuka dari ekstrakurikuler wajib di sekolah. Muzani meminta Nadiem membatalkan rencana tersebut.

Menurut Muzani, justru kegiatan ekskul Pramuka harus digalakkan untuk pembentukan karakter anak-anak Indonesia. Sebab, kepanduan dalam Pramuka merupakan nilai-nilai yang penting untuk mendidik anak-anak Indonesia yang berkarakter Pancasila dan keindonesiaan.

“Rencana menghapus ekskul Pramuka wajib di sekolah-sekolah justru akan mengkis pemahaman kebangsaan, cinta Tanah Air, dan Pancasila terhadap anak-anak kita di sekolah,” kata Muzani dalam keterangannya, Kamis (4/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Justru ekskul Pramuka harus digalakkan dan diperkuat sebagai upaya memupuk kecintaan anak-anak kita kepada Pancasila, Indonesia, dan nasionalisme. Karena peran Pramuka itu sudah terbukti dalam membangun identitas karakter anak-anak kita di sekolah yang cinta Tanah Air,” imbuh Muzani.

Wakil Ketua MPR ini mengatakan ekskul Pramuka juga sudah terbukti bisa membangun jati diri anak bangsa yang mandiri. Beragam keterampilan, seperti berkemah, memasak seadanya, kode morse, dan membuat perapian api unggun, semua dipelajari dalam ekskul Pramuka.

“Jadi menurut saya keputusan untuk menghapus Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah sangat keliru,” kata Muzani.

Sekjen Gerindra ini menambahkan, dalam sejarahnya, Indonesia juga berusaha menjadikan Pramuka sebagai salah satu kegiatan kepemudaan yang memberikan kontribusi baik terhadap proses pembangunan bangsa dan negara.

“Sehingga kita harus memperkuat Pramuka sebagai komitmen kita untuk menjadikan anak-anak kita yang cerdas, mandiri, dan berjiwa nasionalisme. Jadi kami menolak rencana Mendikbud dihapus dari ekskul wajib di sekolah,” tutup Muzani.

(eva/gbr)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *