Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 10 wilayahnya berpotensi longsor. Sepuluh wilayah itu tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

“Info prakiraan wilayah potensi terjadi tanah longsor di wilayah DKI Jakarta bulan April 2024,” demikian informasi yang disampaikan BPBD DKI Jakarta melalui akun resmi instagram, @bpbddkijakarta, Junmat (5/4/2024).

BPBD menjelaskan prakiraan ini disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG. Sekadar informasi, BPBD setiap bulan rutin menyampaikan potensi longsor, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Adapun, ini merupakan prakiraan wilayah potensi longsor di bulan April.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah. Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

“Untuk itu, kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal,” ucapnya.

Dilihat detikcom, 10 wilayah yang berpotensi terjadi tanah longsor masuk ke dalam zona menengah. Rinciannya sebanyak delapan kecamatan di Jakarta Selatan dan dua kecamatan di Jakarta Timur. Rinciannya sebagai berikut:

Jakarta Selatan:
1. Cilandak
2. Jagakarsa
3. Kebayoran Baru
4. Kebayoran Lama
5. Mampang Prapatan
6. Pancoran
7. Pasar Minggu
8. Pesanggrahan

Jakarta Timur
9. Kramat Jati
10. Pasar Rebo

(taa/idn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *