Jakarta

Tanah longsor terjadi di KM 64 A arah Sukabumi Tol Bocimi hingga menyebabkan terpersoknya satu mobil ke jurang. Pimpinan Komisi V DPR meminta Kementerian PUPR segera menginvestigasi berbagai pihak yang terlibat soal kejadian itu.

“Kami dari Komisi V DPR mendorong PUPR dilakukan investigasi menyeluruh dan dicari tahu penyebabnya apa, kemudian siapa yang mesti bertanggung jawab terhadap ini. Tentu dilakukan secara objektif ya, jangan investigasi ini nanti seolah-olah untuk menutup-nutupi gitu seluruh yang terlibat di sana,” kata Ketua Komisi V DPR Lasarus kepada wartawan, Jumat (5/4/2024).

Lasarus menduga studi kelayakan selama proses pembangunan konstruksi tol itu berjalan tidak sesuai standar. Dia pun menyinggung sumber dana studi kelayakan itu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi gini, kalau pembangunan konstruksi itu kan harusnya sudah selesai dia punya studi kelayakan. Studi kelayakan itu termasuk studi lingkungan kan, studi geologi, dan seterusnya. Kalau seperti ini ada kuat dugaan saya studinya nggak beres,” kata Lasarus.

“Padahal kan ada dana studinya, ada loh, cuma saya nggak tau ini posisinya apakah di posisi yang APBN atau posisi yang non-APBN yang roboh. Kemudian kalau itu di posisi APBN itu ada dana perencanannya itu, nah ini kuat dugaan di posisi yang APBN itu berarti ada kemungkinan terjadi something lah,” lanjut dia.

Politikus PDIP ini mendorong BPKP dan aparat penegak hukum agar menelusuri sumber dana studi kelayakan Tol Bocimi itu. “Biar itu bagian dari BPKP dan BPK dan penegak hukum,” katanya.

Bencana longsor tersebut terjadi pada Rabu (3/4). Pihak kepolisian lalu melakukan skema rekayasa lalu lintas arus kendaraan dari Jakarta menuju Sukabumi dialihkan ke Cigombong.

“Sementara tol dari Jakarta menuju Sukabumi ditutup dan dialihkan (ke) Cigombong,” kata Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Fiekry Adi Perdana sesaat setelah kejadian tanah longsor.

(fca/rfs)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *