Jakarta

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Biro Hubungan Masyarakat menggelar talkshow Green Ramadan. Acara ini merupakan wadah berbagi wawasan dan pengetahuan terkait praktik penyelamatan dan perlindungan lingkungan hidup yang dilakukan oleh para aktivis dan tokoh masyarakat.

KLHK menggelar Green Ramadan sebanyak 2 kali pertemuan pada tanggal 2 dan 4 April 2024. Adapun kegiatan ini berlokasi pada Lobby Utama Blok 1, Lt. 1, Gedung manggala Wanabakti, Jakarta.

Pada diskusi pertama pada kegiatan ini, para narasumber membahas tema kebersihan sungai dari timbunan sampah. Sedangkan pada diskusi kedua membahas mengenai perilaku ramah lingkungan dalam upaya mitigasi iklim. Lewat kegiatan ini, KLHK mengundang para generasi muda yang tergabung dalam Green Leaders Indonesia dan Green Youth Movement untuk hadir langsung dalam diskusi ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Biro hubungan Masyarakat KLHK U. Mamat Rahmat mengapresiasi para narasumber serta para peserta yang hadir. Selain itu, dalam sambutannya, Mamat berharap para peserta dari generasi muda dapat memperoleh informasi, pengetahuan, pemahaman, serta pengalaman dari para narasumber sebagai bekal untuk mengelola alam menjadi lebih baik lagi.

Adapun Ketua Kelompok Kerja Bank Sampah pada Direktorat Pengurangan Sampah KLHK Ana Suryana menerangkan bahwa terdapat sungai-sungai di Indonesia yang masuk dalam kategori tercemar sedang. Dirinya menuturkan, Januari lalu telah dilaksanakan aksi bersih sampah di salah satu sungai, namun tidak lama kemudian sungai tersebut tercemari oleh sampah kembali.

“Bukan hal yang instan kita untuk membenahi sungai, perlu ada edukasi, penyadaran dan itu harus berkelanjutan,” ujar Ana dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2024).

Ana menginformasikan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah, limbah, dan bahan beracun berbahaya telah tertuang dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Selain itu hal kebijakan ini juga terdapat dalam peraturan-peraturan turunannya, hingga kebijakan strategis nasional dan daerah terkait pengurangan dan penanganan sampah.

“Peraturannya sudah komplit, sudah komprehensif. Namun, tantangannya adalah bagaimana mengimplementasikannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Mewakili River Defender, Suparno Jumar berbagi pengalamannya bersama komunitas peduli sungai Ciliwung yang sejak tahun 2009 telah aktif melakukan kegiatan bersih sungai ciliwung di beberapa titik. Dirinya awalnya hanya melakukan aktivitas memancing di sungai Ciliwung, namun mata kailnya seringkali menyangkut sampah yang ada di dalam air. Sejak saat itu, Suparno bersama rekan-rekannya melakukan upaya pembersihan sungai.

“Ini apa sih, kok bukan ikan yang ada di mata kail tapi ternyata sampah,” kata Suparno.

Suparno mengungkapkan pihaknya melakukan pembersihan sampah di sungai Ciliwung setiap akhir pekan ketika libur. Selain upaya ini, ia juga melakukan upaya komunikasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat pemerintah daerah, meliputi Walikota Bogor dan aparat keamanan TNI POLRI, serta berbagai pihak lainnya.

“Akhirnya pada tahun 2018, Wali Kota Bogor Bima Arya bersepakat atas masukan komunitas peduli Ciliwung dan beliau memberikan perhatian serius terhadap sungai Ciliwung,” ungkapnya.

“Sejak Oktober tahun 2018 setelah diterbitkannya SK hingga saat ini, teman-teman komunitas sebagian ada dalam Satgas Naturalisasi Ciliwung,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai generasi muda yang ingin bergabung ke dalam komunitas, Suparno menjawab, setiap kegiatan yang akan dilakukan akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media sosial. Dirinya juga menyatakan apabila tidak dapat turut serta turun langsung dalam kegiatan komunitas, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah timbulnya sampah ke sungai dengan mengelola dan memilah sampah rumah tangga.

“Komunitas peduli Ciliwung dari hulu ke hilir itu ada, mulai dari kawasan Puncak, Kota Bogor, Cilebut, Bojonggede, bahkan sampai di Jakarta itu ada. Ketika memang tidak bisa bergabung, teman-teman bisa melakukan upaya yang sama dari rumah masing-masing dengan memilah sampah,” ucap Suparno.

Sebagai penutup sesi diskusi, Suparno menyatakan pihaknya akan terus berikhtiar dan tekun melakukan berbagai kegiatan dalam menciptakan sungai yang bersih. Selain itu, Ana Suryana juga mengajak semua pihak untuk melakukan aksi bijak mengelola sampah dengan upaya memilahnya sejak dari rumah.

(prf/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *