Jakarta

Kasus remaja yang diamankan polisi karena konvoi sahur on the road (OTR) marak di bulan Ramadan ini. Mereka diamankan karena kedapatan konvoi membawa benda tajam hingga petasan dan kembang api.

Biasanya polisi memeriksa 1×24 jam para remaja yang diamankan. Jika tidak terlibat kasus kriminal, para remaja itu akan dipulangkan. Namun, sebelum dipulangkan para orang tua remaja yang diamankan itu akan datang ke kantor polisi untuk turut diberikan pembinaan bersama sang anak.

Salah satu momen orang tua dan anak yang diamankan polisi karena ikut konvoi sahur tengah viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di daerah Depok. Sang anak tampak menangis meminta maaf dari ibunda.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal Penangkapan 38 Remaja

Polisi menangkap 38 remaja di Depok, Jawa Barat, yang hendak SOTR. Dari pelaku, polisi menyita 6 botol arak Bali hingga flare.

Remaja itu ditangkap di Jalan Buperta, Cimanggis, Depok, Jumat (5/4), pukul 04.00 WIB. Dari 38 remaja itu, 2 di antaranya remaja putri.

“Telah diamankan 38 orang remaja laki-laki dan remaja putri yang diduga akan melakukan SOTR (sahur on the road),” kata Iptu Made Budi dalam keterangannya, Jumat (5/4).

Dari para remaja tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, yaitu arak bali, flare, hingga sepeda motor.

“Barang bukti, 6 botol arak bali, 16 buah red hand flare, 1 kantong plastik arak bali atau ciu, 10 bendera gangster, 27 kembang api belum digunakan, dan 5 red hand flare belum digunakan,” tuturnya.

Made mengatakan saat ini pelaku dan barang bukti SOTR diamankan oleh Polres Metro Depok untuk didata lebih lanjut.

5 Remaja Positif Sabu

Sebanyak 38 remaja ditangkap Polres Metro Depok saat hendak sahur on the road (SOTR). Polisi menyebutkan 5 di antaranya positif mengonsumsi narkoba.

“Ada lima orang yang untuk sementara kita pemeriksaan lebih lanjut berkenaan yang bersangkutan ditemukan positif menggunakan narkoba,” kata Kasat Binmas Polres Metro Depok AKBP Markuat di Mapolres Metro Depok, Jumat (5/4).

Markuat mengatakan pihaknya melakukan tes urine kepada 38 remaja itu. Remaja yang tidak terbukti mengonsumsi narkoba akan dipulangkan ke rumahnya.

“Tetap kita ada pada prosedur yang berlaku dan kita kembalikan. Apabila kita lakukan pemeriksaan urine, kemudian melakukan penilangan terhadap kendaraan yang digunakan, kemudian menyita beberapa pernik-pernik yang digunakan oleh mereka,” tuturnya.

“Apabila anak-anak itu tidak terlibat ataupun tidak menggunakan narkoba kita kembalikan lagi kepada orang tuanya,” tambahnya.

Momen anak nangis minta maaf ke ibunda. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *